Liputan6.com, Jakarta – TikTok dikabarkan akan melakukan terobosan besar. Dilansir The Verge, ByteDance sebagai perusahaan induk TikTok dilaporkan sedang merekrut beberapa posisi untuk tim bernama TikTok Social yang ditugaskan mengubah aplikasi itu menjadi layanan chatting.
Dikutip Axios, Kamis (7/9/2023), TikTok sedang mencari insinyur dan manajer produk untuk bekerja dalam tim baru. Nantinya, tim tersebut akan berfungsi membangun fitur interaksi sosial baru.
Adapun informasi tersebut ditujukan untuk para insinyur Android dan iOS yang berbasis di San Jose, California, Amerika Serikat. Disebutkan, tim itu akan membangun platform yang memungkinkan pengguna bertemu dan berinteraksi dengan teman-teman di kehidupan nyata secara lebih mulus di TikTok.
Selain itu, platform media sosial ini disebut juga bisa mendorong para pengguna untuk berbagi kehidupan mereka dan tetap terhubung, terlepas dari lokasi mereka berada.
Untuk manajer produk “TikTok Social” yang berbasis di San Jose, perusahaan mengatakan mereka ingin memperluas batasan TikTok dengan membangun hubungan sosial yang lebih pengguna antar pengguna.
Sementara untuk kepala divisi backend, posisi ini disebut akan berperan dalam melakukan kolaborasi dengan tim di berbagai negara dan wilayah untuk memberikan solusi sosial TikTok yang berbeda, seperti pengiriman pesan.
Meskipun saat ini TikTok telah lama menawarkan pesan langsung, fungsinya masih terbatas. Karenanya, salah satu upaya membantu pengguna terhubung dengan orang lain di dunia nyata adalah dengan meningkatkan fitur chatting di platform ini.
Kendati demikian, masih belum dijelaskan secara spesifik soal rencana ini. Namun, berdasarkan informasi dari lowongan yang diumumkan, tim software backend dari TikTok Social ini akan bertugas mengawasi fitur User Profile, Story, Inbox, Messaging, Follow, Like, Comment, hingga Tag.
Dari informasi tersebut, muncul dugaan kalau TikTok akan membuat aplikasi chatting sendiri.